Inilah 4 Obyek Wisata Di Indonesia Yang Harus Dikembangkan

Jalur untuk Flying Fox Jalur untuk flying fox disana saya rasa masih membahayakan karena jalurnya dapat digapai oleh wisatawan lain yang sedang berjalan kaki. Jadi, posisi terbangnya flying fox adalah tepat diatas kepala para wisatawan lainnya yang sedang menikmati pemandangan disana. Parahnya, setiap ada pengunjung yang siap untuk melakukan flying fox, petugas harus memperingatkan pengunjung lain (dengan Toa) yang ada dibawah jalur tersebut untuk mundur dan menghindar. Tentu, ini sangat tidak efektif dan membahayakan pengunjung lain. Jika pengunjung lain tidak mendengarkan, bisa jadi dia akan jadi korban yang tersenggol dan jatuh. Ini sangat bahaya karena beberapa meter setelah itu adalah jurang yang sangat dalam. Jadi, dalam hal ini, https://www.traveloista.co.id/tempat-wisata-di?q=eco-green-park ide saya adalah merencanakan jalur flying fox di area lain yang lebih aman sehingga tidak membahayakan pengunjung lain. Tentu ini membutuhkan banyak pertimbangan, baik dari efektivitas, strategisnya lokasi ataupun dana yang dibutuhkan. Hal ini bisa dilakukan oleh para Volunteer dan para pengelola obyek wisata ini agar bisa direalisasikan dengan baik.

1420606402772638940https://www.traveloista.co.id/tempat-wisata-di?q=batu-night-spectacular

https://www.traveloista.co.id/tempat-wisata-di?q=eco-green-park
https://www.traveloista.co.id/tempat-wisata-di?q=bukit-moko

Area Outbond di Kalibiru (Dok.Pri)- Gardu Pandang Ini adalah andalan dari obyek wisata Kalibiru karena kebanyakan wisatawan tertarik ke tempat ini setelah melihat berbagai foto menarik dari atas Gardu pandang yang selalu menampilkan keindahan alam, merasakan tiupan semilir angin ataupun sekedar bergaya di atas alam yang begitu cantiknya. Secara keseluruhan, para petugas sudah menyiapkan berbagai pengamanan untuk seluruh pengunjung untuk bisa menuju keatas. Disinilah ide saya muncul, yaitu tangga naik haruslah diperbaiki agar lebih aman dan kuat. Mengapa? Karena saat saya naik, seluruh tangga bergoyang dan kayu untuk pijakan kaki juga terlihat lapuk. Selain itu, kontrol berkelanjutan untuk seluruh perlengkapan di gardu pandang ini dan media lainnya sebagai pilihan wisata pengunjung juga harus diutamakan, mengingat bahwa wisata Kalibiru ini termasuk wisata yang tergolong ekstrim dan berbahaya sehingga membutuhkan perhatian lebih agar tetap aman dan pengunjungpun merasa nyaman.

Kondisi harimau sumatera di KBS (capture dari www.change.org)

1420605465256330952

Beredar pula berita bahwa petugas disana tidak menerima upah selama berbulan-bulan namun mereka tetap aktif bekerja merawat satwa-satwa disana atas dasar belas kasih terhadap sesama makluk Tuhan. Oleh karenanya, jika memang disana membutuhkan banyak orang untuk merawat, kita bisa menjadi pekerja lepas, minimal dapat memberi makanan yang layak dan sehat untuk satwa-satwa yang ada disana. Atau saat kita berwisata disana, sesekali kita bisa memberi makan satwa-satwa di KBS yang memang diperbolehkan untuk diberi makan oleh pengunjung. Namun hindari memberi makan untuk satwa berbahaya karena kita tidak cukup terlatih untuk melakukannya, cukup satwa-satwa yang kecil dan aman untuk kita dekati, seperti monyet, burung, bebek, rusa dll. Dengan hal kecil ini, minimal kita bisa membantu mengembangkan wisata Kebun Binatang Surabaya agar menjadi naik (up) kembali sehingga berbagai satwa yang ada disana juga mendapat hidup yang layak dan terawat sesuai dengan standar kebun binatang di Indonesia.

Setelah saya memaparkan ide untuk mengembangkan berbagai tempat wisata diatas, hal yang dapat saya ringkas untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia secara umum adalah : Melakukan renovasi/perbaikan di berbagai bidang agar obyek wisata di Indonesia tidak semakin sepi pengunjung, namun justru bisa makin ramai dan diminati.

– Menjadi relawan jika memang obyek wisata tertentu membutuhkan banyak orang untuk mempertahankan eksistensinya.

– Memberikan penyuluhan bahasa asing kepada masyarakat sekitar wisata agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan para wisatawan asing.

Ikut menggalang dana untuk pembangunan suatu obyek wisata tertentu, bisa dengan membantu mengurus pengajuan ke pemerintah daerah atau para sponsor swasta yang memiliki keinginan untuk menyumbang materi.

– Promosi secara kontinyu untuk berbagai tempat wisata di Indonesia, bisa dilakukan dengan membuat website khusus mengulas obyek wisata tersebut atau upload berbagai foto menarik ke berbagai sosial media saat berwisata disana.

– Selain itu, di bidang jurnalistik, kita juga bisa berperan serta dengan banyak mengulas berbagai obyek wisata yang kita miliki dan diposting ke berbagai media seperti web, blog catatan FB dll agar tulisan tersebut lebih mudah diindeks google. Apalagi jika kita memiliki kemampuan untuk menulis dalam bahasa Inggris, tentu ini akan semakin memudahkan kita untuk mempromosikannya kepada seluruh masyarakat dunia.

Contoh Respon Teman FB saya saat uploadobyek wisata Kalibiru

1420606875181919

Saat Saya Tweet Obyek wisata Nglanggeran di Twitter

14206070601282667164

– Sesekali kita juga bisa mengambil video landscape obyek wisata yang indah dan masih belum dikenal banyak orang serta upload ke Youtube agar dapat menarik perhatian banyak orang di dunia maya.

4. Embung BANJAROYA Berbicara tentang video, saya memiliki rekaman video tentang sebuah tempat wisata baru bernama Embung Banjaroya. Saya optimis bahwa Embung Banjaroya akan juga menjadi ternama seperti Embung Nglanggeran yang ada di daerah Pathuk, Yogyakarta. Embung Desa Banjaroya terletak di Pedukuhan Tonogoro, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang. Memiliki luas 60 x 80 m2, dengan kedalaman 4 m. Mampu menampung air sekitar 8.000-10.000 m2. Embung ini berfungsi untuk menampung air hujan dan untuk mengairi puluhan hektar tanaman dan pohon durian di sekitarnya Kuis Berhadiah.

1420653059616104742

Keindahan alam Embung Banjaroya (Dok.Pri)

1420653179252190281Kami menikmati Keindahan alam Embung Banjaroya (Dok.Pri)Obyek wisata Embung Banjaroya tergolong masih fresh karena baru diresmikan tanggal 28 Februari 2014. Jadi, disana memang masih banyak area yang masih terlihat sepi. Namun, para pengelolanya bisa diacungi jempol karena di sekeliling embung ini ditanami berbagai tumbuhan warna warni yang sangat menarik perhatian mata pengunjung. Semoga kedepannya, banyak buah-buahan segar yang akan segera ditanam sehingga saat kita berwisata kesana, kita sudah bisa menikmati hasilnya. Pada awalnya, ini adalah aktivitas iseng karena pengambilan videonya pun sangat sederhana dan hanya dari media HP. Namun, kini saya menyadari bahwa hal kecil ini pun bisa kita memanfaatkannya untuk promosi obyek wisata embung Banjaroya. Hehe.. Berikut videonya : Demikianlah beberapa ide sederhana saya untuk mengembangkan berbagai tempat wisata yang pernah saya datangi. Jadilah Voluntourism yang bisa bermanfaat untuk mengembangkan berbagai obyek wisata di Indonesia, minimal yang dekat dengan tempat kita berdomisili. Indonesia adalah negara yang berkelimpahan kekayaan alamnya sehingga kita harus manfaatkan ini untuk selalu aktif mempromosikan berbagai obyek wisata menarik dan tentunya ini bisa kita jadikan modal untuk meningkatkan pendapatan per kapita negara Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *